Arsip Bulanan: Januari 2008

Don't Look at Me

Rat adalah seorang anak kecil yang kumal

Dia hidup sendirian tanpa seorangpun yang peduli

Suatu hari dia menemukan bantal

Terinjak-injak dan tidak lagi rapi

Rat adalah anak kecil yang hanya punya satu mata

Mata yang lain hilang ketika dia mencoba mengambil buah durian

Namun Rat punya penciuman istimewa

Mampu mengendus sebuah barang dari jarak yang  jauh

Bantal itu dielus-elus oleh Rat

Sudah lama dia hanya tidur tanpa alas kepala

Setiap hari disayangnya bantal kumal itu

Bahkan ia rela membagi makanan untuk bantal kesayangannya

Suatu hari saat dia tertidur lelap

Bantal itu pelan-pelan pergi bersama seseorang

Rat terhenyak…

Dia melihat bantal itu berlari  bergandengan tangan

Rat mengerjarnya…

Bantal itu bersembunyi…

Bantal itu berenang…

Rat terjun…

Bantal itu semakin menjauh…

Rat sudah tak terlihat…

Tak ada lagi Rat, tak ada lagi bantal…

Polisi berdatangan… Orang-orang melihat…

Rat sudah tertidur diatas air..

Saya tidak tahu apa saya yang absurd. Saya kadang menyukai rasa sakit.

Saya masih ingat waktu saya masih SD. Pada saat itu, dimana semua anak pada merinding dan nangis melihat jarum suntik saya malah ketawa senang sambil menggunggam dalam hati, “Bagaimana rasanya disuntik. Apa seperti digigit semut?”. Setelah itu saya merasa bahwa sangat nyaman dan enak sekali setelah disuntik. Jalan pincang sedikit, ada bekas di kulit yang sepertinya membiru. Dan saya sangat nyaman sekali untuk berulang kali menekan bekas suntikan itu.

Waktu sunat saya juga seneng, selain karena dapet duit dari tetangga dan pengakuan teman-teman kalau saya berani. Saat itu kalau sudah kelas 6 SD belom disunat pasti dianggap penakut dan cemen.

Ah… rasa sakit yang menyenangkan.

Ah.. yang namanya hidup memang absurd. Kadang yang diharapkan tidak seperti apa yang didapatkan. Apa yang ada dipikiran tidak seperti apa yang terjadi di kehidupan nyata. Tapi itulah nikmatnya…